Berita
20 July 2022
Urusan Humas Dan Protokoler
281 Dilihat
Workshop Pengembangan Kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) Bagi Perguruan Tinggi
Workshop Pengembangan Kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MBKM) Bagi Perguruan Tinggi
Malang, Selasa (19/7/22) – Inovasi kebijakan Permendikbud No.3 tahun 2020 sebagai salah satu dasar kebijakan MBKM terus berjalan. Demi memperoleh wawasan penyusunan kurikulum serta persamaan persepsi dalam prinsip implementasi MBKM, LLDIKTI Wilayah VII menyelenggarakan kegiatan Workshop Pengembangan Kurikulum Merdeka Belajar-Kampus Merdeka Bagi Perguruan Tinggi di Lingkungan LLDIKTI Wilayah VII Tahun 2022. Bertempat di Aula BAU Universitas Muhammadiyah Malang, acara tersebut dihadiri oleh 50 peserta secara luring dan 70 peserta mengikuti secara daring.
Melalui Laporan Kegiatan yang disampaikan oleh Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah VII, dr. Ivan Rovian, M.Kp., konsistensi workshop untuk ketiga kalinya ini patut diapresiasi, baik kepada panitia maupun pihak kampus yang membantu terselenggaranya acara tersebut. Dalam sambutannya, Prof. Dr. Dyah Sawitri, SE.,MM., mengimbau agar para Perguruan Tinggi peserta mampu mengimplemantasikan workshop ini dengan output yang baik.
“Kami berharap semua lulusan mahasiswa menguasai pengetahuan, sikap, keterampilan umum, dan keterampilan khusus sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan Tinggi dan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia,” pesan Kepala LLDIKTI Wilayah VII tersebut.
Narasumber pertama adalah Drs. Kuncoro Foe, G.Dip.Sc.,PhD. Apt., yang menyampaikan materi tentang Peninjauan dan Implementasi Pembelajaran Kurikulum Berbasis Capaian Pembelajaran Pendukung Kebijakan MBKM. Sedangkan pemateri kedua adalah Prof. Dr. Tatik Suryani, MM. yang memaparkan Peninjauan dan Implementasi OBC Dalam Rangka Penjaminan Mutu Internal dan Eksternal.
MBKM tidak bisa dilepaskan dengan Transformasi Pendidikan Tinggi yang mempunyai 8 Indikator Kinerja Utama (IKU), antara lain: lulusan mendapat pekerjaan yang layak, mahasiswa mendapat pengalaman di luar kampus, dosen berkegiatan di luar kampus, praktisi mengajar di dalam kampus, hasil kerja dosen digunakan masyarakat dan rekognisi internasional, program studi bekerjasama dengan mitra kelas dunia, kelas yang kolaboratif dan partisipasif, serta program studi berstandar internasional.